HADIS DI TINJAU DARI JUMLAH PERAWI

HADIS MUTAWATIR

  1. DEFINISI
  2. Menurut bahasa:Merupakan isim fa’il,pecahan kata dari tawatara,yang berarti tataba’a(berturut-turut).Dikatakan tawatara al-mathar,yang berarti hujan turun secara terus menerus.
  3. Menurut istilah:Hadis yang diriwayatkan oleh banyak orang(rawi),yang menurut kebiasaan mustahil mereka sepakat untuk berdusta

Yang dimaksudkan oleh definisi tadi adalah,hadis yang diriwayatkan oleh banyak rawi dalam setiap tingkatan(Thabaqat)sanadnya,yang menurut akal dan adat kebiasaan mustahil mereka(para perawi itu)sepakat untuk menyalahi khabar tersebut.

  1. SYARAT-SYARAT HADIS MUTAWATIR
  1. Diriwayatkan oleh banyak rawi.Terdapat perselisihan mengenai jumlah minimal tentang banyak rawi.Menurut pendapat yang terpilih,paling sedkit 10 orang.
  2. Jmlah bilangan rawi tersebut terdapat pada seluruh tingkatan sanad.
  3. Menurut kebiasaan,mustahil mereka sepakat untuk berdusta.
  4. Khabar mereka disandarkan kepada panca indera
  1. HUKUM HADIS MUTAWATIR

Hadis mutawatir menunjukan pada pengetahuan yang sifatnya pasti(al-imu ad-dlaruri),yaitu sesuatu yang menyakinkan.Dengan kata lain,manusia dipaksa untuk membenarkannya secara pasti,sama seperti ia menyaksikan perkara itu denagan mata kepalanya sendiri,sehingga bagaimana mungkin ia meragukan perkara yang telah dibenarkanya.

  1. PEMBAGIAN MUTAWATIR
  1. Mutawatir lafdhi :Hadis yang makna dan lafalnya memeng mutawatir.

Contoh:”Barang siapa berdusta atas namaku secara sengaja,maka hendaknya ia bersiap-siap menempati tempatnya di neraka.”

Hadis ini diriwayatkan oleh lebih dari70 orang sahabat.

  1. Mutawatir maknawi :Hadis yang maknanya mutawatir,bukan lafadznya.

Contoh:Hadis-hadis tentang mengangkat kedua tangan ketika berdo’a.Hadis-hadis yang menggambarkan keadaan Rasulullah SAW seperti ini ada 100 hadis.Masing-masing itu menyebutkan Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ketika berdo’a,meskipun masing-masing(hadis)terkait dengan  berbagai perkara yang berbeda-beda.Masing-masing perkara tadi tidak mutawatir.Penetapan bahwa mengangkat kedua tangan ketika berdo’a itu termasuk mutawatir kaena pertimbangan digabungkanya berbagai jalur hadis tersebut

HADIS AHAD

1.DEFINISI

  1. Menurut bahasa:Merupakan jamak dari kata ahad,yang artinya satu(wahid).Khabar wahid adalah berita yang berita yang diriwayatkan oleh satu orang.
  2. Menurut istilah:Hadis yang tidak terkumpul syarat-syarat mutawatir.
  1. HUKUM HADIS AHAD

Hadis ahad Menunjukan kepada pengetahuan yang sifatnya teoritis,yaitu pengetahuan yang tegak karena adanya teori dan dalil.

  1. PEMBAGIAN HADIS AHAD BERDASARKAN JUMLAH JALUR
  1. Hadis masyhur
  2. Hadis aziz
  3. Hadis gharib

HADIS MASYHUR

  1. DEFINISI
  1. Menurut bahasa:merupakan isim maf’ul dari syahartu al-amra,yang berarti saya mengumumkan atau menampakkan suatu perkara.Disebut seperti itu karena penampakknya yang jelas.
  2. Menurut istilah:Hadis yang diiwayatkan oleh tiga orang rawi atau lebih di setiap tingkatanya,asalkan jumlahnya tidak mencapai derajat mutawatir.

Contoh:”sesungguhnya allah tidak akan mencabut ilmu begitu saja,melainkan dia mencabutnya.”

  1. MASYHUR YANG TIDAK TERGOLONG HADIS MASYHUR

Yang dimaksudkan ialah,sesuatu(hadis)yang telah popular(masyhur0dikalangan tertentu,namun tidak memiliki syarat-syarat yang dituntut(sebagai hadis masyhur).Hal itu berupa:

a.Hadisnya hanya memiliki satu sanad

b.Hadisnya memiliki lebih dari satu sanad

c.Hadisnya tidak memiliki sanad

  1. JENIS-JENIS MASYHUR YANG TIDAK TERGOLONG HADIS MASYHUR

a.Masyhur di kalangan ahli hadis

contohnya adalah hadis anas:

“bahwa rasulullah SAW melakukan(do’a)qunut selama satu bulan,(dilakukan)setelah ruku,dengan mendoakan(khabilah)Ri’lin Dzakwan.

b.Masyhur dikalangan ahli hadis,para ulama mauoun masyarakat awam,contohnya: “orang muslim itu adalah orang yang menyelamatkan  muslim lainnya dari perkataan dan tangannya.

c.Masyhur dikalangan ahli fiqih,contohnya adalah: “Perkara halal yang di benci allah adalah talak”

d.Masyhur dikalangan ahli ishul,contohnya: “Diangkat dari umatkudosa)atas kekeliruan,lupa,dan hal yang memaksa.”

e.Masyhur dikalangan ahli nahwu,contohnya: “Sebaik-baik hamba adalah shuhaib,seandainya ia tidak takut kepada allah maka ia tidak akan berbuat maksiat.”

f.Masyhur dikalangan masyarakat awam,contohnya: “Tergesa-gesa itu adalah perbuatan setan.”

  1. HUKUM HADIS MASYHUR

Masyhur menurut istilah maupun yang tidak termasuk istilah dapat diklaim sebagai hadis yang shahih,melainkan ada yang shahih,ada juga yang hasan,dlai’if,bahkan yang maudhu.Menurut istilah hadis yang shahih memiliki kriteria lebih kuat dari hadis aziz da hadis gharib.

HADIS AZIZ

  1. DEFINISI
  1. Menurut bahasa:Merupakan sifat musyabbahah dari kata azza-ya’izzu,yang artinya sedikit atau  jarang.Atau juga sifat musyabbahah dari kata azza-ya azzu,yang artinya kuat atau keras.Disebut demikian karena sedikit atau jarang keberadaanya,atau juga kuat keberadaanya melalui jalur lain.
  2. Menurut istilah:Hadis yang perawinnya tidak kurang dari dua orang di seluruh tingkatan(thabaqat)sanadnya.
  1. PENJELASAN

Maksudnya adalah,di masing-masing sanad tidak boleh kurang dari dua orang perawi.Jika disebagian tingkatannya dijumpai tiga orang atau lebih rawi,hal itu tidakmerusak(statusnya sebagai)hadis aziz,asalkan di dalam tingkatan lainnya meskipun Cuma satu tingkatan terdapat dua orang rawi.Sebab yang di jadikan patokan adalah jumlah ninimal rawi di dalam tngkatan(thabaqat)sanadnya.

Ini adalah definisi yang paling kuat seperti yang ditetapkan oleh al-Hafidh Ibnu Hajar.Sebagian ulama berpendapat bahwa hadis aziz adalah hadis yang diriwayatkan oleh dua orang atau tiga orang.Mereka tidak membedakan dalam kasus ini dengan hdis masyhur.

  1. CONTOH

Diriwayatkan oleh Syaikhan dari hadisnya Anas , dan bukhari dari hadisnya Abu Hurairah, bahwa Rasullulah SAW bersabda :

“ tidak beriman salah seorang diantaranya kalian hingga aku lebih dicintai dari bapaknya, dan manusia seluruhnya.

Hadis tersebut diriwaayatkan dari Anas Qtadah dan Abdul Aziz bin Shuhaib,dari Qatadah Syu’bah dan Sa’id, dari Abdul Aziz ismail bin’Ulayyaah dan Abdul Warits,dan masing-msing kelompoknya.

HADIS GHARIB

  1. DEFINISI